Ingin Beli Kasur Lantai ? Simak Kelebihan dan Kekurangannya

Gambar Kasur Lantai

Belakangan ini, kasur lantai semakin banyak digunakan, terutama oleh mereka yang menyukai konsep hunian minimalis dan praktis. Tanpa ranjang, tanpa headboard besar, kasur langsung diletakkan di lantai dan siap digunakan. Sekilas terlihat simpel dan hemat ruang, tapi sebenarnya ada banyak hal yang perlu Sobat Furnia pertimbangkan sebelum memutuskan tidur dengan kasur lantai.

Apakah kasur lantai benar-benar nyaman? Apakah aman untuk kesehatan? Dan siapa saja yang cocok menggunakannya? Yuk, kita bahas secara lengkap kelebihan dan kekurangannya supaya Sobat Furnia tidak salah pilih.

Apa Itu Kasur Lantai?

Kasur lantai adalah kasur yang digunakan tanpa dipasang di atas ranjang atau dipan. Kasur ini bisa berupa kasur busa, kasur lipat, kasur lateks, atau futon yang langsung diletakkan di permukaan lantai, biasanya dilapisi karpet, tikar, atau alas khusus.

Konsep ini banyak diterapkan pada rumah bergaya Jepang, minimalis modern, hingga hunian kecil seperti apartemen studio atau kos.

Kelebihan Menggunakan Kasur Lantai

Sebelum melihat sisi negatifnya, mari bahas dulu apa saja kelebihan kasur lantai yang membuatnya semakin diminati.

1. Hemat Ruang dan Cocok untuk Hunian Minimalis

Kasur lantai sangat cocok untuk ruangan kecil. Tanpa ranjang besar, kamar terasa lebih luas dan fleksibel. Di siang hari, kasur bisa digulung atau dipindahkan sehingga ruangan dapat difungsikan untuk aktivitas lain.

2. Harga Lebih Terjangkau

Tanpa perlu membeli ranjang, biaya yang dikeluarkan jadi lebih hemat. Sobat Furnia cukup membeli kasur yang nyaman dan alas tambahan jika diperlukan. Ini menjadi solusi ekonomis, terutama bagi yang baru menata hunian.

3. Tampilan Simpel dan Estetik

Kasur lantai memberikan kesan bersih, rapi, dan tenang. Sangat cocok untuk konsep interior minimalis, Japandi, atau skandinavia yang mengutamakan kesederhanaan.

4. Lebih Aman untuk Anak-anak

Karena posisinya rendah, risiko jatuh dari ketinggian hampir tidak ada. Hal ini membuat kasur lantai cukup aman untuk anak-anak.

5. Mudah Dipindahkan

Kasur lantai lebih fleksibel karena tidak terikat dengan ranjang. Saat ingin mengubah tata letak kamar atau pindah tempat tinggal, kasur lebih mudah dipindahkan.

Kekurangan Kasur Lantai yang Perlu Dipertimbangkan

Di balik kepraktisannya, kasur lantai juga memiliki beberapa kekurangan yang tidak boleh diabaikan.

1. Rentan Lembap dan Berjamur

Kasur yang langsung menyentuh lantai berisiko lembap, terutama jika lantai kurang memiliki sirkulasi udara yang baik. Jika jarang dijemur atau diangkat, kasur bisa berjamur dan menimbulkan bau tidak sedap.

2. Debu dan Kotoran Lebih Mudah Menempel

Posisi kasur yang dekat dengan lantai membuatnya lebih mudah terkena debu, rambut, dan kotoran. Hal ini bisa memicu alergi jika kebersihan tidak dijaga dengan baik.

3. Kurang Nyaman bagi Sebagian Orang

Bagi Sobat Furnia yang terbiasa tidur di ranjang tinggi, bangun dari posisi rendah bisa terasa kurang nyaman, terutama untuk lansia atau orang dengan masalah sendi dan punggung.

4. Kurang Sirkulasi Udara

Tanpa celah seperti pada ranjang, udara di bawah kasur sulit mengalir. Ini bisa memengaruhi daya tahan kasur jika digunakan dalam jangka panjang.

5. Terasa Kurang Mewah

Untuk sebagian orang, kasur lantai dianggap kurang elegan atau kurang “rapi” dibandingkan tempat tidur lengkap dengan ranjang dan headboard.

Siapa yang Cocok Menggunakan Kasur Lantai?

Kasur lantai tidak cocok untuk semua orang. Namun, beberapa tipe pengguna berikut biasanya merasa nyaman dengan konsep ini:

  • Penghuni kamar kos atau apartemen kecil

  • Penyuka konsep minimalis dan simpel

  • Anak-anak dan remaja

  • Pengguna kasur lipat atau futon

  • Orang yang sering mengubah tata ruang

Jika Sobat Furnia mengutamakan fleksibilitas dan efisiensi ruang, kasur lantai bisa menjadi pilihan yang masuk akal.

Tips Menggunakan Kasur Lantai agar Tetap Nyaman dan Sehat

Agar penggunaan kasur lantai tetap aman dan nyaman, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

1. Gunakan Alas Tambahan

Gunakan karpet, tikar, atau tatami agar kasur tidak langsung bersentuhan dengan lantai.

2. Angkat dan Jemur Kasur Secara Rutin

Minimal seminggu sekali, angkat kasur dan biarkan lantai serta kasur terkena udara agar tidak lembap.

3. Jaga Kebersihan Lantai

Pastikan lantai selalu bersih dan kering untuk mencegah debu dan jamur.

4. Pilih Kasur Berkualitas

Gunakan kasur dengan bahan yang tidak mudah menyerap lembap, seperti kasur lateks atau busa berkualitas.

5. Pastikan Ventilasi Kamar Baik

Sirkulasi udara yang baik membantu menjaga kasur tetap kering dan awet.

Alternatif Selain Kasur Lantai

Jika Sobat Furnia menyukai konsep rendah tapi tetap ingin sirkulasi udara, ada beberapa alternatif yang bisa dipertimbangkan:

  • Ranjang rendah (low bed)

  • Dipan minimalis dengan kaki pendek

  • Ranjang kayu dengan ventilasi terbuka

Alternatif ini tetap memberikan kesan minimalis tanpa mengorbankan kenyamanan dan kebersihan.

Kasur Lantai, Pilihan Tepat atau Tidak?

Kasur lantai bisa menjadi solusi praktis dan estetik untuk hunian tertentu. Namun, penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi rumah, kebiasaan tidur, dan kebutuhan kesehatan. Jika dirawat dengan baik, kasur lantai tetap bisa memberikan kenyamanan tidur yang optimal.

Bagi Sobat Furnia yang menyukai gaya hidup simpel dan fleksibel, kasur lantai patut dicoba. Namun, jika mengutamakan kenyamanan jangka panjang dan kemudahan aktivitas sehari-hari, ranjang tetap menjadi pilihan yang lebih aman.

Rate this post
Home
Cari Produk
WeCreativez WhatsApp Support
Custom Furniture | Paket Get Married | Cabinet Serbaguna | Meja Makan | Rak Serbaguna | Meja Serbaguna | Buffet TV | Meja Rias | Kursi | Lemari Serbaguna, Tanyakan apa saja kepada saya!
👋 Hai, ada yang bisa Furnia bantu ?